SEJARAH SUSU KAMBING
Sejak ribuan tahun, susu kambing sudah dikenal dalam tradisi beberapa bangsa di dunia. Misalnya, ratu Cleopatra dari Mesir yang terkenal karena kecantikannya, telah menjaga kesehatan dan kecantikan kulit tubuhnya dengan cara mandi / berendam dalam susu kambing. Kisah lainnya dari India, Mahatma Gandhi secara rutin mengkonsumsi 2 gelas susu kambing per hari untuk menjaga kesehatan dan staminanya.
Sejalan dengan kemajuan zaman dan ilmu pengetahuan modern, telah diketahui bahwa susu kambing sangat berkhasiat dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit karena sangat kaya dengan zat-zat gizi yang menyehatkan.
KANDUNGAN GIZI SUSU KAMBING
Susu kambing banyak mengandung gizi berupa vitamin A, Niacin dan Riboflavin. Juga kaya akan kandungan mineral Kalsium, Kalium, Magnesium, Phosphor, Khlor dan Mangan. Namun bila dibandingkan dengan susu sapi, maka susu kambing mengandung rendah besi, belerang, narium, seng dan molybdenum.
Susu kambing dengan segala kandungan zat gizinya tidak menimbulkan efek samping yang negatif atau merugikan bagi mereka yang mengkonsumsinya. Justru susu kambing memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan susu sapi, sehingga susu kambing dapat dijadikan alternatif pengganti bagi mereka yang memiliki alergi terhadap susu sapi. Orang yang alergi terhadap susu sapi biasanya akan mengalami masalah-masalah kesehatan terutama masalah pencernaan yang timbul segera setelah mengkonsumsi susu sapi, misalnya: kembung, sakit perut, buang-buang air besar, sampai kepada timbulnya bercak-bercak kemerahan pada kulit. Masalah ini timbul karena 2 faktor, pertama karena orang itu alergi terhadap kandungan protein-susu dalam susu sapi, dan kedua karena orang itu sulit mencernakan kandungan gula-susu yang tinggi kadarnya dalam susu sapi.
KELEBIHAN SUSU KAMBING VS SUSU SAPI
Susu kambing cocok untuk dikonsumsi manusia karena tidak mengandung senyawa alergen (beta-lactoglobulin) yang sering dapat memicu reaksi alergi dalam bentuk:
- Asthma paru-paru
- Bendungan saluran pernafasan
- Infeksi radang telinga menahun
- Eksim
- Kemerahan pada kulit
- Gangguan pencernaan makanan
Susu kambing mengandung rendah laktosa, cocok bagi yang mempunyai pengalaman “tidak dapat menerima laktosa” setelah minum susu sapi. Kandungannya yang membentuk campuran khas ini membuat susu kambing memiliki khasiat dan manfaat bagi penambah gizi “anak balita” yang menderita alergi terhadap susu sapi, juga bagi anak-anak yang mempunyai alergi makanan, serta bagi orang dewasa yang dalam stadium pemulihan dari berbagai penyakit.
Susu kambing digolongkan dalam makanan atau minuman kesehatan yang ideal karena dari susunan kandungannya yang memiliki dengan susu manusia (ASI), yaitu dominan dengan Beta-Casein. Sedangkan susu sapi kaya dengan kandungan protein-susu Alpha S-1 Casein yang sering memicu timbulnya alergi bagi yang mengkonsumsinya. Rasa susu kambing agak sedikit lebih manis dari susu sapi, namun karena memiliki rasa tambahan yang terkesan amis di lidah dan sedemikian kuatnya rasa tersebut sehingga kerap tidak disukai oleh manusia dengan demikian ditinggalkan untuk dikonsumsi secara rutin, selain dibuat menjadi keju.
Jenis protein-susu dalam susu kambing pada saluran pencernaan kita akan menciptakan suasana keasaman lambung dengan PH yang lebih tinggi (bergeser ke arah basa), sehingga susu kambing aman dikonsumsi dan dapat membantu proses penyembuhan luka lambung bagi penderita penyakit maag (Gastritis). Protein susu kambing bila bercampur dengan asam lambung dalam sistem pencernaan kita, akan menghasilkan persenyawaan susu yang lebih mudah untuk dicernakan dibandingkan dengan persenyawaan susu yang dihasilkan dari protein susu sapi. Dengan alasan ini susu kambing baik bila diberikan pada anak-anak yang sering mengalami muntah karena masalah “Gastroesophageal Reflux” (GER)
MANFAAT SUSU KAMBING
- Memiliki rantai asam lemak yang lebih pendek dibanding susu sapi, menyebabkan susu kambing menjadi lebih mudah dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan manusia
- Molekul proteinnya lebih halus dari susu sapi, sehingga mudah diserap usus, hanya perlu waktu 20 menit saja (sedangkan susu sapi perlu waktu 120 menit! atau 2 jam!)
- Kandungan asam lemak rantai pendek seperti asam kaprik dan kaprylik yang tinggi, mampu menghambat tumbuhnya jamur Candida dan infeksi jamur yang disebabkannya.
- Susu kambing tidak mengandung agglutinin, yaitu senyawa yang membuat molekul lemak menggumpal seperti yang terjadi di dalam susu sapi.
- Anak-anak yang diberi konsumsi susu kambing memiliki pertumbuhan fisik yang lebih baik, juga menyangkut pertambahan berat badan yang disebabkan oleh kepadatan tulang yang lebih baik, kadar hemoglobin darah merah yang meningkat serta kecukupan akan Vitamin A, B, dan D yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak.
- Selain untuk dikonsumsi, susu kambing juga baik untuk perawatan kulit, yaitu dalam bentuk sabun. Sabun yang terbuat dari susu kambing memiliki tingkat keasaman yang hampir sama dengan kulit. Sabun ini lembut di kulit dan tidak menimbulkan iritasi. Beberapa laporan membuktikan bahwa sabun susu kambing bermanfaat untuk memulihkan kelainan kulit Psoriasis dan Eksema.
